"Snap Kompas Daily!"

QR Code Kompas Perkaya Konten bagi Pembaca

KOMPAS.com — Menjelang ulang tahun yang ke-44, harian Kompas meluncurkan penggunaan teknologi QR code yang akan meningkatkan interaksi antara harian Kompas dan para pembacanya, Anda, yang sekarang dikenal dengan sebutan audiens.

Audiens dalam hal ini mengandung arti interaktif, dialog langsung, antara wartawan atau editor sebagai penyaji berita dan pembacanya.

Ini merupakan respons Kompas memanfaatkan teknologi informasi yang berkembang sangat cepat. Harian ini yang pertama di antara surat kabar nasional yang menggunakan QR code setelah sebelumnya juga yang pertama memanfaatkan teknologi digital, yang kita kenal sebagai Kompas e-paper.

QR code adalah sebuah kode matriks atau barcode 2 dimensi yang diciptakan perusahaan Jepang, Denso-Wave tahun 1994. Kata QR, kependekan dari quick response, sesuai tujuannya adalah untuk menyampaikan informasi dan mendapatkan respons dengan cepat.

Kode ini amat populer di Jepang. Banyak perusahaan menggunakannya untuk aktivitas pemasaran dan promosi. Hampir semua jenis ponsel di Jepang dan Korea bisa membaca QR code. Kode ini mulai digunakan di berbagai media Eropa.

Di Indonesia, kode ini belum begitu dikenal. Karena itulah, Kompas berinisiatif memperkenalkan kepada pembacanya.

QR code berfungsi sebagai ”jembatan” penghubung secara cepat antara konten offline dan konten online. Kode ini memungkinkan audiens berinteraksi dengan media yang ditempelinya melalui ponsel secara efektif dan efisien. QR code bertindak seolah-olah hyperlink fisik yang dapat menyimpan alamat web (URL), nomor telepon, teks, dan SMS.

Untuk dapat memanfaatkan teknologi QR code, ponsel wajib memiliki akses internet. Dengan bantuan ID (nomor digit), QR code tidak hanya dapat dibaca lewat ponsel berkamera, tetapi juga dengan ponsel tanpa kamera.

Pada ponsel berkamera, QR code bisa dibaca melalui aplikasi jenis QR code reader. Khusus ponsel keluaran Nokia seri N & E, aplikasi reader ini sudah tersedia (pre-installed) dan langsung bisa digunakan.

Untuk ponsel lainnya, aplikasi reader wajib diinstalasikan. Di internet tersedia berbagai aplikasi reader yang bisa diunduh cuma-cuma. Anda dapat mengunduh lewat sarana yang disediakan KOMPAS.com, di alamat http://dakode.mobi. Jenis ponsel Anda akan dideteksi secara otomatis dan kemudian sistem kami akan memberikan pilihan beberapa aplikasi reader. Unduh salah satu aplikasi dan instalasikan di ponsel Anda.

Untuk membaca QR code, jalankan aplikasi reader dan arahkan kamera ponsel Anda ke letak QR code. Dengan cara memotret barcode dua dimensi (lihat gambar) itu, Anda akan mendapatkan konten digital yang relevan, merupakan pengayaan berita, kalau QR code ditempelkan dengan berita. Konten situs jaringan tersebut bisa berupa berita lebih lengkap, grafis, foto-foto tambahan, bahkan videonya. Lebih dari itu, Anda juga dapat menyampaikan respons Anda berupa masukan atau opini ke reporter/editor.

Pada ponsel tanpa kamera, QR code tetap dapat diakses. Pertama, jalankan aplikasi browser yang ada di ponsel Anda dan ketikkan URL http://qrcd.kompas.com. Pada halaman yang muncul, masukkan ID atau 7 digit nomor yang tertera di bawah kode. Klik tombol “Go” dan selesai, Anda akan mendapatkan informasi atau konten digital terkait.

Pemakaian QR code juga bisa untuk memberikan konten multimedia sebuah iklan. Pengiklan dapat memanfaatkan untuk memperluas product knowledge pelanggan; dengan penjelasan tekstual atau penayangan video interaktif. Melalui QR code, pengiklan bisa mendapat respons pembaca lewat polling.

Pembaca muda

Dampak lain yang diharapkan dari pemanfaatan QR code adalah makin berkembangnya pembaca muda. Pelajar SMA, misalnya, dapat meningkatkan pengetahuan umum melalui konten-konten yang dapat diakses dengan lebih mudah, menarik, dan lebih visual.

Ini adalah satu bentuk transformasi meningkatkan pendidikan bagi kelompok pembaca muda melalui pemanfaatan perkembangan teknologi informasi. Banyak hal bisa dikembangkan untuk menambah pengetahuan pembaca dari suatu informasi yang disajikan dalam ruang terbatas di koran.

Selain itu, QR code juga bisa ditempatkan di billboard di pinggir jalan sehingga sambil lewat, orang bisa memindainya. QR code juga bisa ditempelkan di bus, kereta api, kartu nama, bahkan di topi atau t-shirt.

Harian Kompas, 15 Juni 2009 – Taufik Mihardja